Pantai-Pantai Bali yang Lainnya

22.30

Sunset sempurna di Pantai Pura Karang Bolong, Tanah Lot.

Bali tampaknya dalam setiap garis pantainya diciptakan Dewata untuk menyuguhkan ruang-ruang terindah. Jika hanya mengenal Pantai Kuta, Pantai Sanur atau Pantai Uluwatu, jelas merugilah kita akan pengetahuan tentang pesona Bali.

Pada kesempatan saya kesekian kalinya ke Bali, saya pun ingin menelisik keindahan pantai-pantai Bali yang lainnya. Tentunya untuk bisa tahu indahnya pantai yang demikian, saya harus menggandeng kawan terbaik yang telah mengenal seluk-beluk Bali dengan sangat baik yakni bang @toliq_anshari. Dia adalah salah satu fotografer idola saya. Sungguh beruntung sekali saya ditemani sang idola sekalian sebagai sarana pembelajaran.

Sore Bali yang cerah menyambut saya setelah perjalanan menyenangkan bersama @airasiaID rute baru Solo – Bali (cerita kenyamanan saat terbang baca di sini). Bang Toliq dengan ramah nan tepat waktu menjemput saya dan langsung mengajak ke pantai-pantai yang menyuguhkan lanskap terindah di sore hari. Kali ini kami akan menyisir pantai yang ada di sekitar Mengwi, Badung dan Kediri, Tabanan. Jeda waktu menuju sunset pun kami manfaatkan sebaik-baiknya sebelum ditelan gelap malam untuk berburu pesona pantai-pantai cantik yang lain di Bali.


Singgah di Pantai Pererenan

Kawasan Kuta hingga Denpasar pada sore hari adalah tentang jalanan macet. Kesabaran dan kejelian adalah kunci untuk bisa lolos dari macet dan bang Toliq sangat ahli untuk hal ini. Motor pun melaju keluar dari Denpasar via jalan Canggu dengan lancar. Area persawahan yang saat itu sedang menghijau syahdu pun menyambut sepanjang perjalanan kami berdua.

Awalnya kami berniat ke Pantai Echo, namun keasyikan mengobrol membuat kami terlalu jauh kebablasan menjumpai pertigaan ke sana. Pantai Echo yang asyik dengan bebatuan karangnya pun kami gantikan dengan Pantai Pererenan. Pantai yang memiliki sebuah pura kecil (selayaknya pantai-pantai di Bali) ini sangat sepi dan berhamparkan pasir hitam. Pantai ini terkenal sebagai lokasi surfing. Tak tampak aktivitas manusia kecuali seorang bule didampingi guidenya yang saya rasa pun seperti saya yang hanya singgah.

Matahari masih terlalu tinggi membuat pantai Pererenan terlalu hambar. Hanya gulungan ombak beriringan tanpa ditunggangi para peselancar yang menerjang karang-karang jarang. Di kejauhan sebelah barat, Pantai Seseh lebih tampak bertaburan manusia. Pantai Seseh lebih terkenal, selain karena pesona karang-karangnya juga karena terdapat makam yang ditahbiskan warga Muslim Bali sebagai makam salah satu Wali Pitu Bali, yakni Raden Mas Sepuh atau Pangeran Amangkuningrat.  Kami pun bergegas menuju Pantai Mengening.

Turis asing yang sekedar singgah di Pantai Parerenan yang sepi.
Sapi-sapi dengan santainya merumput di sekitar Pantai Pererenan.
Pantai Seseh di kejauhan dari pantai Pererenan. Terdapat juga vila-vila di Pererenan.


Hening Pantai Mengening

Lanskap Pantai Mengening sering saya lihat penampakannya di media sosial instagram yang diabadikan dalam bingkai long exposure. Tampak betapa manisnya panorama air mengalir ibarat kapas di sela-sela karang yang ditumbuhi lumut hijau. Pantai Mengening menjadi salah satu kesayangan para long exposure landscaper di Bali. Penasaran dengan ke-hits-annya, saya pun bertakzim ke sana.

Saya tiba di Pantai Mengening yang terletak di Desa Cemagi, Mengwi, Badung ini dalam suasana masih hening. Hanya ada beberapa wisatawan dan pemancing yang sekedar meriuhkan keheningan. Sekilas Pantai Mengening seperti Tanah Lot dimana terdapat pura di atas karang yang menjorok ke laut. Pura bernama Dang Kahyangan Gede Luhur Batu Ngaus ini berdiri anggun di atas karang yang betapa kuatnya diterjang ombak. Saat ini telah ada jembatan yang menghubungkan antara Pura dengan daratan utama.

Selain ‘panggung utama’ panorama di pantai, yang saya suka Mengening adalah pada perjalanannya. Saat menuju ke pantai, kami dihibur oleh persawahan yang asri nan permai. Langit yang cerah membahana membuat lanskap sawah makin indah. Suasana manis makin didapat saat melewati Desa Cemagi. Bangunan-bangunan pura dan rumah khas Bali bersama aktivitas masyarakat yang ramah membuat nuansa perjalanan ke Mengening begitu menyenangkan.

Matahari telah makin menceng menuju peraduan. Semestinya pantai ini sangat cantik untuk diabadikan senja, namun saya memilih momen kaya warna itu diabadikan di Pantai Pura Batu Bolong. Kami meninggalkan Mengening disaat suasana hening berganti dengan kemeriahan. Para wisatawan baik lokal maupun asing ramai berdatangan. Para landscape fotografer, para prewedding fotografer, para model fotografer juga turut menjajahi Pantai Mengening. Ya, Pantai Mengening memang sudah makin dikenal.

Long exposure di saat mentari masih riang di Pantai Mengening.
Merasa bebas di hadapan samudera luas.  Yeaay.
Pura Gede Luhur Batu Ngaus di Pantai Mengening.


Syahdu Sore Tanah Lot

Tanah Lot mungkin sudah terlampau mainstream untuk wisata Bali. Kawasan yang terletak di Kecamatan Kediri, Tabanan ini sudah dipoles menjadi kawasan wisata lengkap dengan pasar aneka cinderamata dan fasilitas lainnya. Saya awalnya ingin menyigi sunset dari sisi Tanah Lot yang sepi namun kurang beruntung bertepatan momen air sedang pasang menimpa daratan. Baiklah, kami pun hanya singgah dan menyaksikan keramaian suasana Tanah Lot.

Cukup membahagiakan tatkala menyaksikan aneka manusia duduk bersantai di rerumputan atau bertengger di sisi tebing untuk menikmati cahaya kuat keemasan sore hari. Keriuhan barangkali bukan gangguan karena yang terpenting bisa bercengkerama dengan keluarga, kawan dan kerabat. Saya pun hanya memandang kebahagiaan mereka sambil berjalan lalu. Kami bergegas menuju ke Pantai Pura Karang Bolong yang tak jauh berada di samping Tanah Lot.

Tanah Lot yang manis di sore hari. Tampak begitu ramai.
Duduk santai menunggu sang surya tenggelam.
Pasar kerajinan dan cinderamata di kawasan Tanah Lot


Sunset di Kolong Langit Pura Karang Bolong

Kami memutuskan untuk menikmati sunset sempurna di kawasan Pantai Pura Karang Bolong. Saya rasa tempat ini cukup syahdu untuk mengantar surya ditelan cakrawala samudera. Betapa langit merona yang beruntung cerah meningkahi sebuah karang berlubang yang menjorong ke lautan. Bertengger manis di atasnya sebuah pura sebagai tengara yang mengguratkan pesona. Karena itulah, tempat ini pun juga telah diramaikan manusia dari segala bangsa.

“Amazing sunset!” Begitu celoteh turis Jepang di samping saya yang turut mengabadikan momen senja. Saya yakin dia sangat terkesima dengan momen sempurna sunset di Pantai Pura Karang Bolong.

Jika wisatawan asing lebih suka menyesap senja dengan menikmatinya atau memotretnya secara ‘landscape’, wisatawan domestik lebih senang untuk bernarsis ria atau ber-selfie. Tak ada yang salah memang, tapi kadang saya tersenyum saja ketika foto selfie yang seharusnya menampakkan wajahnya, malah terlalu gelap lebih dominan lanskap latar belakangnya.  

Kata Bang Toliq, jikalau air tidak sedang pasang, mengabadikan senja di Pantai Pura Karang Bolong paling bagus adalah di dasar pantai. Karang-karang yang rupawan akan muncul dengan lekukan air yang terselinap menjadi daya tarik terindah. Kalau beruntung, mentari akan tenggelam melalui bingkai lubang yang ada di Pura Karang Bolong. Meski begitu, sekedar menikmati senja dari ketinggian di samping tebing, bagi saya sudah merupakan bingkisan terindah di Pantai Pura Karang Bolong.

Semburat senja di Pura Karang Bolong di sebelah Tanah Lot. Manis.
Jalan penghubung dari Tanah Lot menuju Pura Karang Bolong.
Gapura menuju senja.


Merepih Sepi Pantai Melasti

Saat jejak senja hanya tersisa semburatnya tapi langit masih terang merona, kami ingin menghabiskannya di Pantai Melasti. Pasti yakinlah pantai ini sangat sepi. Jika bukan karena pendampingan dari bang Toliq yang suka berburu landscape sunset cantik di pantai-pantai Bali, saya  tak akan menemui pantai yang tersembunyi ini. Pantai Melasti adalah hadiah dari keindahan pantai-pantai Bali yang makin lama susah ditemui keheningannya seiring makin primadonanya Bali di dunia.

Ya, betul hanya dua air terjun yang memeriahkan kesendirian kami di Pantai Melasti. Tak ada manusia lain selain kami. Air terjun ini menimpa langsung hamparan pantai tak terlalu panjang yang kemudian berjumpa dengan lautan yang telah diredam oleh aneka batuan karang. Meski berpasir hitam, adanya air terjun indah menjadikan pantai ini semacam ‘hidden paradise’ bagi yang mengunjunginya.

Saya sungguh menikmati suasana sunyi di Pantai Melasti, yang mana namanya juga sama dengan nama pantai Melasti di Kuta Selatan, Badung. Benar sahaja, saking asyiknya mencumbui panorama, gelap malam pun terasa begitu lekasnya menghardik kami. Kerlap-kerlip bintang pun menjadi atraksi mengagumkan yang menggantikan semburat warna di ujung barat cakrawala. Kami pun meninggalkan Melasti kembali sepi sesuai kodratnya saat ini, di saat pantai tetangganya mulai hingar bingar dengan suguhan makan malam dan tarian kecaknya.

Senja, air terjun dan pantai. Sempurna di Pantai Melasti yang terselinap sunyi.
Air terjun satunya di pantai Melasti yang lebih lirih.


***

Hanya tiga jam saja di sisa siang pada sebuah hari yang terik di Februari memang sangat kurang untuk bisa mengeksplorasi pantai-pantai di Bali yang sebegitu banyaknya. Meski begitu, saya semacam mendapat pencerahan.

Ternyata pantai-pantai di Bali itu sangat indah tak sekedar yang berpasir putih. Pantai berpasir hitam dengan berhiaskan aneka batuan karang bersama pura-puranya patut menjadi destinasi menarik para wisatawan di Bali. Pantai-pantai ‘lainnya’ ini pun letaknya tidak jauh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dan panggung utama wisata Kuta. Saya pikir, kita harus segera mengunjunginya sebelum pantai-pantai lainnya ini menjadi yang ramai dan mainstream

Persawahan banyak dijumpai membentang manis di sepanjang perjalanan menuju Tanah Lot.
Menuju pura, melintas sawah. 
Pantai Mengening menuju sore dengan karang-karangnya yang manis. Mirip Tanah Lot.
Biasanya pada lokasi ini menjadi favorit para landscaper pada saat senja. Tapi saya saat sore sahaja mengabadikannya.
Perayaan tradisi khas di Desa Cemagi. 



You Might Also Like

6 komentar

  1. Keren-keren mas! Bisa jadi referensi nih kalo ke Bali lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip kang Edy Masrur.. Ke Bali bisa jadi alternatif. Biar gak yang itu2 aja

      Hapus
  2. benar2 tempat wisata yang sangat menakjubkan lh bali ni ya gan...?
    makasih gan atas infonya..

    BalasHapus
  3. waohh..kren bangat lah wisata di balini boss..
    pengen rasanya jln2 kesitu ..untuk lihat langsung keindahan disana..
    makasih bos infonya.

    BalasHapus
  4. Woww...muantap bngtt tuh pantainya gan...
    benar2 sangat menarik deh tempat wisata ni...

    BalasHapus
  5. Mantaaapp .. klik www.gptours.cc buat dapetin informasi obyek wisata lainnya di Bali yang recomended.

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe