Mencicip Ibis Yogyakarta Adisucipto

21.54


Jogja selalu punya magnet untuk mengundang wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dikenal sebagai kota jantung dari Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat, Jogja memberi pilihan  menu wisata yang pepak di sekujur daerahnya. Ada wisata budaya, wisata sejarah, wisata alam: pantai, gunung, dan sawah, wisata kuliner, wisata edukasi hingga wisata mistis. Jogja pun ditabalkan sebagai destinasi wisata paling utama di Indonesia setelah Bali.

Kebutuhan menikmati pesona Jogja dengan nyaman harus dipenuhi bersama akomodasi yang menyenangkan. Maka tepatlah, Ibis Adisucipto hadir menjadi pilihan untuk menginap asyik di Yogyakarta. Berada dalam naungan jaringan hotel Accor yang terstandardisasi secara internasional, Ibis Adisucipto bisa menyuguhkan jaminan kepuasan pelanggan. Kelas bintang tiganya mampu menyeimbangkan kemewahan layanan hotel dengan kecukupan anggaran berakomodasi.

Ibis Adisucipto tergolong baru di Yogyakarta. Mulai meramaikan dunia ‘hospitality’ Jogja pada Maret 2017, Ibis Yogyakarta Adisucipto cukup naik daun menjadi salah satu idola pelancong Jogja. Ibis Yogyakarta Adisucipto melengkapi kehadiran hotel jaringan Accor di Yogyakarta seperti Ibis Malioboro Yogyakarta, Ibis Styles Yogyakarta, Novotel Yogyakarta, Grand Mercure Yogyakarta dan Phoenix Yogyakarta.

Pintu masuk Ibis Adisucipto menyambut para pelanggan.

Suasana Workshop Travel Instagenic.

Pada Sabtu, 10 Februari lalu, saya diajak oleh manajemen Ibis Yogyakarta Adisucipto untuk mengetahui ‘jeroan’ hotel. Saya hadir bersama beberapa blogger Jogja dalam acara bertajuk #IBISFAMILYPILLOWHUNT Travel Instagenic Workshop yang diisi oleh travel blogger terkemuka Indonesia @Efenerr www.efenerr.com. Acara ini dirangkai dengan berkeliling ke seantero hotel, lengkap dengan berkunjung pada aneka fasilitasnya.


Lokasi Istimewa di Jantung Kota Istimewa

Patut diketahui, Jogja kini mulai dikenal dengan kemacetannya, terutama pada musim liburan. Lokasi strategis Ibis Adisucipto adalah nilai tambah yang patut dipertimbangkan pelancong Jogja.

Terletak di Jalan Laksda Adisucipto no. 80, Ibis Adisucipto berada dalam jalur terbaik dari Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta dengan pusat keramaian kota Jogja. Tak sampai 30 menit, Ibis Adisucipto bisa diakses dari Bandara. Begitu juga tak lebih dari 30 menit, Malioboro, Kawasan Tugu, Kraton, UGM dan beberapa universitas lain bisa dijangkau dari Ibis Adisucipto. Pilihan transportasi umum dengan Trans Jogja pun begitu mudah. Lima puluh meter di timur Ibis Adisucipto tersedia halte Trans Jogja. Pihak hotel juga menyediakan free shuttle untuk menjangkau Malioboro, ikonnya Jogja Istimewa.

Lokasi strategis Ibis Adisucipto Yogyakarta. Dekat ke mana-mana.

Di sekitar hotel, pelanggan Ibis Adisucipto akan dimanjakan dengan kawasan kuliner Demangan yang sungguh ‘vivid’ dan berwarna. Cukup berjalan kaki, kita bisa menemukan tempat makan yang menyuguhkan beragam panganan dari gagrak Nusantara, Eropa, Oriental, India, Arab hingga Amerika Latin. Di sana juga ada beberapa kedai kopi favorit saya, seperti Kopi Ketjil, Rahayu Roastery dan Hayati Specialty Coffee.

Yang suka kuliner tradisional, saya sarankan untuk menjajal boga legendaris Jogja, seperti Gudeg Batas Kota, Gudeg Kayu, Ayam Geprek Bu Rum dan Ayam Goreng Tojoyo, yang tak jauh dari hotel. Ibis Adisucipto juga dikelilingi oleh bioskop dan pusat perbelanjaan modern, seperti Lippo Plaza, Galeria Mall, dan Plaza Ambarukmo.


Sambutan yang Ramah Serba Merah

Bangunan Ibis Adisucipto sesungguhnya bergabung dengan Hotel Grand Mercure yang sama-sama berada dalam payung Hotel Accor. Ibis Adisucipto memang menempati bagian belakang, tetapi jangan khawatir, pengunjung tidak akan mengalami kesulitan untuk menjangkaunya. Ada sekuriti hotel yang santun menunjukkan dan pelayan hotel yang ringan tangan menyambut. Resepsionis juga dengan ramah akan memberi bantuan pelayanan kepada pelanggan.

Lobby yang dirangkai dengan restoran. Serba merah khas Ibis. Foto diambil dari www.accorhotel.com
Menjadi tempat yang nyaman di Ibis Adisucipto. Foto diambil dari www.accorhotel.com

Sesuai dengan ciri khasnya, Lobby Ibis Adisucipto dipadu dengan warna merah pada segala interior ruangannya. Terdapat meja-meja yang dipadankan dengan kursi sebagai ruang nyaman untuk para pelanggan maupun tamu. Lobby ini secara efisien bergabung dengan restoran dan bar yang tampak minimalis tapi tetap mengedapankan eleganisitas. Berada sekilas di sini, saya merasa tak bosan karena pencahayaan sangat baik, yang hadir dari jendela besar di sisi samping.


Kamar Elegan Bernuansa Modern

Saya diajak untuk melihat kamar Ibis Yogyakarta Adisucipto.  Meski saya belum merasakan kenyamanan menginap di sini, kamar ini sekilas bisa menghadirkan saya suasana yang ‘homy’. Dengan beramunisikan kasur inovatif SweetBedTM dan TV LED 32 inci, saya membayangkan bisa betah bersantai di dalam kamar. Jikalau ingin membaca buku atau mengerjakan tugas pekerjaan, tersedia meja yang langsung menghadap jendela. Kamar ini juga dilengkapi dengan WiFi gratis yang bisa dinikmati tak terbatas.

Kamar Superior Kasur tipe King dengan beragam fasilitas menyenangkan.
Kamar didesain sebagai tempat yang nyaman untuk bersantai, membaca buku maupun mengerjakan tugas.
Kamar mandi yang berkelas dari Ibis Adisucipto. 
Lorong kamar yang dihiasi lukisan dan lampu merah. Nuansa otentik dari Ibis.

Mari menengok perihal kamar mandi. Untuk sekelas bintang tiga, kamar mandi Ibis Adisucipto cukup terpandang megah nan bersih. Aparatus shower, alat pengering rambut, sandal dan perlengkapan mandi pelanggan seperti sabun, shampo, sikat gigi serta handuk tersedia dengan meyakinkan.

Ibis Yogyakarta Adisucipto memiliki 144 kamar yang hanya memiliki satu kelas, yakni kamar superior. Kamar superior ini punya dua ragam, yakni Superior dengan 1 kasur king dan Superior dengan 2 kasur single. Dari 144 kamar ini, terdapat 90 kamar yang bebas rokok. Dengan demikian, pilihan untuk bersantai bersama anak lebih banyak.


Cita Rasa Masakan Nusantara

Ibis Adisucipto menawarkan suguhan spesial masakan Nusantara. Saya sempat menjajal menu makan siang berupa, sajian mie goreng khas Nusantara yang dipadu dengan ikan masak kuning. Soal rasa, masakan yang langsung hadir dari Ibis Kitchen Wok ini patut disanjung kelezatannya. Lebih diapresiasi lagi saya diberi pilihan untuk menjajal sambal sebagai tandem sejati makanan utama. Ada sambal lombok hijau, sambal dabu dabu, sambal kecap, sambal terasi, juga sambal bawang. Betul-betul mengakomodasi kesukaan saya soal sambel.

Suguhan nikmat dari Ibis Kitchen Wok. Foto diambil dari www.accorhotel.com
Sajian soto spesial dari dapur Ibis yang nikmat. Saya dipinjami foto oleh mas Ardian Kusuma www.ardiankusuma.com

Sungguh patut diapresiasi, restoran Ibis Adisucipto menawarkan boga khas Nusantara yang cita rasanya pantas diandalkan. Menu-menu lain yang biasa ditawarkannya dari Ibis Kitchen Wok ini adalah soto, sate, nasi goreng, mie ayam, lontong ayam dan lain-lain. Menu-menu ini dengan harmonis berpadu dengan kudapan-kudapan khas hotel berbintang seperti cake, pastry dan salad yang bernuansa Barat.


Fasilitas Lain Pemuas Pelanggan

Sebagai hotel berbintang berstandar internasonal, Ibis Adisucipto berupaya terbaik untuk memuaskan setiap pelanggannya. Saya diajak untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas lainnya yang berbagi peran dengan Hotel Grand Mercure. Namun, tenang saja para pelanggan Ibis Adisucipto tak perlu sungkan untuk menikmati fasilitas ini. Saya diajak berkunjung ke fasilitas kebugaran hotel, lalu menuju fasilitas pijat dan spa. Tak ketinggalan pula, saya ditunjukkan beberapa ruang pertemuan dan ball room.

Fasilitas kebugaran yang bisa dinikmati para pelanggan hotel.
Kamar untuk pijat yang tersedia spesial untuk pelanggan hotel.
Open space theater. Bagus untuk menikmati udara bebas Kota Yogyakarta. 
Fasilitas kolam renang Ibis Adisucipto Yogyakarta. Tampaknya syahdu untuk menyongsong senja.

Sore sudah menyambut datang. Saya pun diajak untuk menikmati open space theater di Lantai 7. Kebetulan cuaca yang cerah membiru, membuat saya bisa menikmati area terbuka luas ini dengan menyenangkan. Sambil menyantap kudapan cake & pastry ala Eropa dan  panganan tradisional Jawa, saya masyhuk ditingkai semilir angin kota Jogja. Yang menyegarkan, di area ini, juga dibersamai dengan kolam renang yang ramah keluarga. Tampak satu keluarga pelanggan hotel ini sedang asyik berenang sambil menunggu sore jatuh ke pelukan petang.



***


Saya termasuk tipikal penikmat hotel yang ramah dan nyaman bagi anak, khususnya balita. Buah hati saya masih bayi, berumur belum sampai 2 tahun, tetapi sudah giat berlari aktif ke sana kemari. Kesan pertama saya terhadap Ibis Yogyakarta Adisucipto, sepertinya hotel ini bisa aman dinikmati segala lapisan usia.

Tampaknya, bagi pelancong yang membawa keluarga, Ibis Adisucipto pantas dipertimbangkan sebagai salah satu tempat menginap terbaik di Jogja. Dari situs Ibis Yogyakarta Adisucipto yang bernaung dalam web Accor Hotel, pelanggan yang hadir berkeluarga ini menempati 42 persen dari total pelanggan Ibis Adisucipto. Makanya, saya tertarik suatu saat ingin mengajak keluarga kecil saya staycation di Ibis Yogyakarta Adisucipto.



Keramahan pramuhotel dari hotel jaringan internasional Accor.
Interior yang didesain membawa masuk banyak cahaya. Menimbulkan kesan elegan.
Inilah penghubung kamar Ibis dengan open space theater dan kolam renang. Sebuah lorong yang cukup menawan bersama bayangannya.
Acara Workshop Travel Instagenic ini meriah bersama blogger-blogger kondang Jogja.
Kudapan Nusantara hadir di Ibis Adisucipto
Panganan gagrak Barat juga dihadirkan oleh Ibis Adisucipto.
Nikmatnya mengemil kudapan di samping kolam renang.


You Might Also Like

8 komentar

  1. Harga hemat fasilitas mewah ya mas, apalagi ada kolam renang yang lumayan luas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibis mmang terkenal gitu ya. Berada di jaringan Accor ya soalnya.. :D

      Hapus
  2. Gimana kalau kita main ke sana buat menikmati sunset. Kayaknya asyik hahahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah harus ni diagendakan mas.. sambil nyebur di kolam seruuu... kudu tembusi dulu manajernya nih..

      Hapus
  3. tempo lalu pas lagi cek2 di traveloka, hotel ini menarik, cuma saya gak masuk dalam budgetku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. DI kesempatan selanjutnya ke Jogja perlu direalisasikan ketertarikannya, koh. haha..
      Main ke Jogja lagi nanti nginepnya di Ibis Adisucipto aja. Sekitar sana banyak kuliner seru.. :D

      Hapus
  4. Secara lokasi pas banget ya, berada di antara bandara dan Tugu Jogja.

    Wah ternyata kamarnya cukup luas! Terus aku suka banget sama lorong penghubung dan kolam renangnya itu, ada ornamen candi juga di situ ya.

    BalasHapus
  5. Kalo saya suka dengan Ibis Style bang...ornament2nya instagramable sekali.

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe