| Tetap bersyukur sekali bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian yang sangat cantik. |
Kabar Gerhana Matahari Total (GMT) yang melintas di Indonesia tanggal 9 Maret 2016, sejatinya sudah saya dengar sejak setahun lalu. Tergambarlah
rencana untuk menyambangi salah satu daerah yang akan dilintasi perjumpaan
sejenak sang mentari dengan si rembulan pada satu titik yang berdampak gelap pada
sebagian area Bumi. Pada momen langka yang
akan terjadi 33 tahun kemudian itu pun kami - saya dan istri - dambakan bisa berada di Ternate atau Palu.
Itu kan gagasan. Bulan Maret 2016 ternyata ada kehendak lain yang jauh lebih dinanti sejak satu tahun lebih pernikahan kami. Bulan Maret ini adalah bulan
istimewa karena pada bulan inilah putra kami yang pertama akan lahir. Artinya, bagi
saya pribadi, Maret adalah bulan menjadi suami siaga. Jadilah keistimewaan Gerhana
Matahari Total yang langka pun harus mengalah dibandingkan
keistimewaan anugerah terindah teruntuk keluarga kami. Meski demikian, kami tetap merayakan pesona gerhana dengan menikmatinya dari
depan rumah saja, di sekotak ruang asri di
lingkar Jogja.
