Menerobos Hening Mangrove Logending

20.03

Hutan mangrove Logending dan Kars Gombong Selatan yang menyenangkan.

Deretan perbukitan Karst Gombong Selatan tampak anggun dengan ratusan puncaknya yang mewujud lancip bak piramid. Di sejengkal kakinya yang permai, hamparan hutan mangrove melekuk manis di sepanjang tepian muara Sungai Bodo yang membatas karst dengan dataran rendah Pantai Selatan. Berwisata menyusuri hutan mangrove di kawasan Pantai Logending Kebumen ini pun laksana mengajak kita pada perjalanan untuk lebih intim dan peduli kepada alam raya.

Perahu mulai berangkat dari dermaga Pantai Logending. Sore itu mendung menggelayut begitu redup. Keceriaan bocah-bocah lokal yang turut dalam rombongan untungnya menjadikan perjalanan lebih berwarna. Dipandu Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) PANSELA, perjalanan menyusuri mangrove ini tak sekedar tentang menikmati panorama alam, tapi juga pembelajaran tentang manfaat bakau bagi kehidupan.

“Bandingkan mas! Sisi sungai yang tak ada mangrove rapuh terkena erosi sungai, sisi yang ditanami mangrove aman-aman saja.” ungkap Agus Saptanudin, pengurus PANSELA sambil menunjukkan lokasi yang dimaksud.

Kondisi laut yang sedang surut membuat perahu tak bisa langsung menuju rimbunan hutan mangrove. Satu keunikan mangrove Logending adalah kondisi elevasi air yang cukup kontras akibat pasang surut Samudera Hindia. Kami pun menyusuri Sungai Bodo lebih ke dalam dan melintas di bawah jembatan Sungai Bodo yang menghubungkan Kabupaten Kebumen dengan Cilacap. Tampak masyarakat sedang asyik memancing atau sekedar bersantai di atas jembatan. Sungai Bodo ini menjadi  batas alam yang memisahkan Kebumen dan Cilacap.

Sewaktu masuk kawasan Sigong, saya terlempar pada lanskap seperti yang disuguhkan Karst Rammang-rammang, Sulawesi Selatan yang tersohor itu. Bukit karst begitu dekat dengan sungai yang di tepinya tumbuh rimbun hutan mangrove. Perahu kami lalu menepi sejenak untuk mengambil buah mangrove jeruju. Rencananya kami akan menanam mangrove dari buah tersebut. Di kawasan Sigong juga terdapat Nusa Damai, sebuah pulau kecil di tengah aliran Sungai Bodo.

Menelusur Sungai Bodo hingga kawasan Sigong.
Mangrove untuk kehidupan. Kars Gombong Selatan untuk kehidupan.
Pak Sukamsi, insiator Mangrove Logending mengajarkan tentang penanaman Mangrove.

Sebuah perahu kecil bersampan melintasi mangrove Nusa Damai. Rupanya seorang warga sedang mencari ikan di sela-sela pohon mangrove. Keberadaan mangrove telah memberi manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar yang mayoritas merupakan nelayan tradisonal. Masyarakat mendapat sumber ekonomi dan gizi dari aneka ikan, kepiting dan udang yang banyak dijumpai di hutan mangrove. Ketika sedang tidak melaut akibat cuaca buruk, mangrove Logending menjadi penyelamat masyarakat.

Keberadaan kawasan Mangrove Logending tak bisa dilepaskan dari inisiatif Sukamsi (52). Tahu daerahnya rawan tsunami, abrasi, erosi dan banjir, Sukamsi merintis penanaman mangrove di kampung halamannya. Usaha awal tidaklah seindah dibayangkan. Banyak mangrove yang mulai tumbuh bagus malah ditebang warga untuk kayu bakar. Momen Tsunami Pangandaran 2006 yang begitu parah menerjang Pantai Logending, mendorong Sukamsi makin mantap menanami sepanjang Muara Sungai Bodo dengan pohon mangrove.

Sukamsi pun membentuk KPL PANSELA. Patut diacungi jempol, Sukamsi dan KPL PANSELA bisa melibatkan 470 anak jalanan yang dulu bekerja sebagai tukang parkir, pengamen, asongan bahkan tukang palak serta bekas narapidana untuk menanami dan melestarikan Mangrove Logending. Masyarakat desa lantas bersemangat untuk turut bergabung pada upaya pelestarian. Kawasan Hutan Mangrove Logending sekarang telah memiliki luas sekitar 50 Ha dan masih akan diperluas lagi.    

Pasang laut yang ditunggu tidaklah jua datang tatkala sore mulai menua. Kami akhirnya rela menceburkan diri ke dalam air Sungai Bodo yang dangkal dan berlumpur. Kami bersama-sama mendorong perahu untuk mendekat ke dalam rimbunan hutan Mangrove. Bocah-bocah tampak senang sekali ketika bisa bermandi dan berkotor ria dalam air berlumpur Sungai Bodo.

Sukamsi lalu mengajak dan memberi edukasi kami untuk menanam mangrove. Sukamsi mengajarkan: bukalah kepala buah jeruju dengan diputar lalu tanamkan tangkai jerujunya kedalam tanah. Jangan terbalik, jangan kepala buah jeruju yang ditanam! KPL PANSELA juga mengembangkan kebun pembibitan untuk perluasan mangrove di Sungai Bodo pada khususnya dan Kabupaten Kebumen sekitarnya pada umumnya. Ada dua jenis mangrove yang dikembangkan KPL Pansela, yakni Rhizophora mucronata dan Avicennia marina.

Air yang surut membuat perahu harus didorong melewati lorong mangrove.
Burung-burung yang beterbangan di atas mangrove. Cara memanggilnya begitu unik.
Memasuki lorong di antara rimbunan gelap Mangrove. Rasakan segarnya udara di sini.

Perahu terus didorong hingga berada di tengah kawasan Mangrove Logending. Kami pun diajak beraktivitas Bird Watching. Sukamsi dan rekan KPL PANSELA lainnya berteriak-teriak menyerupai suara burung gagak sambil bertepuk tangan keras. Saya pun ikut bertepuk tangan makin meramaikan. Cara ini menjadi khasanah lokal Hutan Mangrove Logending.

Tak lama kemudian ratusan burung kuntul hitam beterbangan, keluar dari balik rimbunnya hutan mangrove. Saya saksikan panorama ini sangat epic dengan latar bukit Karst Gombong Selatan yang lancip. Berkah kerimbunan Mangrove Logending ternyata sudah menjadi rumah singgah yang nyaman  bagi aneka burung.

Perjalanan dua jam di kawasan mangrove berpuncak saat perahu masuk makin ke dalam pada lorong hutan yang rimbun. Cahaya sore yang meredup menambah suasana gelap. Sembari istirahat, Sukamsi lantas mengajak kami untuk diam hening di atas perahu selama dua menit. Dia meminta kami untuk menutup mata sambil menghirup dalam-dalam udara dan melepaskannya perlahan.

“Rasakan segarnya udara dan suasana di sini. Oksigen sangat bagus sekali dan paru-paru kita terasa nyaman sekali.” ungkapnya lugas untuk menunjukkan Hutan Mangrove juga berfungsi sebagai paru-paru dunia.

Berwisata edukasi di Hutan Mangrove Logending bisa memberi banyak pengetahuan tentang pentingnya mangrove bagi kehidupan. Kita juga bisa tahu wujud ekosistem mangrove beserta proses pembibitan hingga penanaman. Selain itu, dari lanskapnya yang khas, Mangrove Logending bisa menyihir para pengunjung untuk takjub pada suasana . Saya yakin wisata Mangrove Logending patut jadi destinasi recommended bagi perjalanan wisata di Jawa Tengah bagian selatan.   



Tips:

- Wisata Mangrove cocok untuk wisata keluarga, karya wisata sekolah, wisata ilmiah, maupun wisata organisasi
- Pesanlah terlebih dulu wisata Mangrove Logending kepada KPL PANSELA dengan menghubungi Agus Saptanuddin (081215608495)
- Wisata Mangrove Logending baiknya dilakukan secara beramai-ramai karena akan lebih hemat.
- Siapkanlah baju ganti karena akan lebih seru jika menceburkan diri saat menanam mangrove.


Catatan:

Tulisan ini dimuat di Harian Republika pada Hari Ahad, 2 Agustus 2015.
               

Pak Sukamsi sedang menjelaskan pentingnya Mangrove bagi kehidupan. Orangnya ramah dan terbuka. 
Bocah-bocah Desa Logending yang turut meramaikan perjalanan di kawasan Mangrove.
Perahu para nelayan yang bersandar di TPI Logending. 
Kalau ke Logending, wajib bawa pulang ikan-ikan segar di TPI Logending. Aneka tangkapan hasil nelayan.

Mari bahagia kawan! Ini #KebumenKeren


You Might Also Like

7 komentar

  1. Setiap kali melihat hutan mangrove, pasti teringat sama masa kecil. Dulu mainnya di hutan mangrove dan menemukan kerang di dasar lumpurnya. :D
    #KebumenKeren punya hutan mangrove!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. iyha ni awalnya mangrove jadi ikhtiar untuk melestarikan lingkungan untuk menahan abrasi, erosi dan menghadang tsunami..

      terima kasih kunjungannya bang Citra

      Hapus
  2. Balasan
    1. seru dong kak.. bisa main lumpur2an skaligus mendengar kisah seru konservasi mangrove.. :D

      Hapus
  3. Oh gombong juga punya karst yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoook kak ke kebumen..

      tapi aku harus lobi dulu pemda untuk mendatangkanmu, wkwkwkw,

      Hapus
  4. hutan mangrove memang menjadi salah satu tempat wisata, kita bisa lebih dekat dengan alam..

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe