Terkesima dengan Emas Perth Mint dan Lonceng Swan - NG TRAVELMATE #2

05.00

Koin emas paling bernilai di dunia jadi koleksi Perth Mint.

Sepanjang hidup, baru kali ini saya menyaksikan langsung emas yang nilainya sungguh membuat takjub. Di Perth Mint, emas dihadirkan dalam wujud yang lugas dan betul-betul emas. Jika selama ini kita melihat emas telah merupa sebagai perhiasan yang estetis, Perth Mint menyuguhkan emas lantak dan koin yang benar-benar wah. Perth Mint adalah wahana pamer kekayaan emas Australia Barat yang memakmurkan beserta kisah Gold Rush di baliknya. Pengetahuan anyar tentang emas bisa saya rengkuh di sini seiring meluruhkan diri untuk tak berhenti terkesima.

Pagi ini di Perth begitu meriah dengan mentari yang bermurah sinarnya. Hawa sejuk meyakinkan diri untuk bersemangat semenjak awal hari. Kami adalah tamu pertama Perth Mint. Richard Malone, pemandu Perth Mint, menyambut kami ramah bersama narasi yang apik tentang Perth Mint dan sejarah pertambangan emas di Australia Barat. Patung Arthur Bailey and William Ford yang bertengger di teras depan Perth Mint menjadi gerbang kisah mula pertambangan emas Australia Barat. Pada tahun 1892, Bailey dan Ford menemukan emas di Coolgardie, pedalaman tandus Australia Barat dan dimulailah era ‘Gold Rush’ di Australia Barat.

Sejak itulah, Australia Barat menggantikan keriuhan tambang emas yang awalnya didominasi Australia bagian timur. Berbondong-bondong orang menyerbu Australia Barat meski dikenal sebagai ‘wild west’, daratan tandus, kering nan mematikan. Dalam kurun 1891 – 1901, penduduk Australia Barat bertambah jadi 184.124 jiwa dari awalnya hanya berjumlah 46.290 jiwa – dikenal sebagai perpindahan orang terbesar dalam sejarah Australia. Tahun 1899, Perth Mint didirikan oleh United Kingdom's Royal Mint untuk memenuhi kebutuhan penyaringan (refinement) emas dan pembuatan koin untuk Kerajaan Inggris.

Saya mulai masuk ke bangunan Perth Mint yang kental dengan nuansa arsitektur Eropa abad 19. Perth Mint saat ini menjadi destinasi wisata andalan di Australia Barat. Beruntunglah saya berkunjung dalam payung Badan Pariwisata Australia Barat sehingga bisa memotret aneka koleksi yang sangat berharga. Aturannya, sebagian besar area di dalam Pert Mint dilarang untuk difoto. Perth Mint saat ini masih difungsikan untuk memroduksi uang koin dan menjadikannya sebagai salah satu pabrik koin tertua yang masih beroperasi di dunia.

Sambutan begitu masuk di Perth Mint dalam tur “Gold Rush” langsung mengundang takjub. Di hadapan saya, koin emas terbesar, terberat dan bernilai paling tinggi di dunia: Australian Kangaroo One Tonne Gold Coin tersaji. Tahu nilainya seharga A$ 57.34 juta (sekitar 573 ratus miliar rupiah), membuat saya memandang emas berkadar 99.99% ini sambil membayangkan andai saya yang memilikinya. Visualisasi sejarah emas pada sepanjang peradaban manusia mengiringi sajian koin emas raksasa yang disisi baliknya bergambar Ratu Elizabeth II.

Richard lalu membawa kami untuk menjadi saksi pembuatan emas secara tradisional di rumah asli pelelehan emas Perth Mint. Ruang yang dikelilingi tembok bata ini didesain gelap untuk menyuguhkan pengalaman semirip mungkin dengan kondisi awal Perth Mint di akhir abad 19. Richard memanaskan adonan emas lalu menuangkan ke cetakan batangan emas. Dicemplungkan beberapa saat ke dalam air, emas itu lalu menjadi padat. Dia lalu mengambil dan menunjukkan kepada penonton emas batangan yang berharga ratusan ribu dollar. Pertunjukkan pun selesai dengan tepuk tangan meriah.

Saya lanjut mengunjungi ruang pameran bongkahan-bongkahan emas Australia Barat. Kali ini saya terkesima dengan Newmont Normandy Nugget, bongkahan emas terbesar kedua di dunia. Ditemukan  tahun 1995 di Kalgorlie, emas ini memiliki berat  25,5 kg dan bernilai 80-90% emas murni. Uniknya, emas ini diperlakukan sebagai pusaka tambang Australia yang harus dikonservasi di dalam negeri. Di sini saya salut, meski emas ini secara nilai ekonomis mahal, tapi nilai budaya lebih dihargai hingga pemerintah Australia dengan Newmont Australia rela menjaga keberadaannya.

“Kamu mau langsung pegang emas senilai 500 ribu dollar?” ajak Michal, koordinator trip dari Badan Pariwisata Australia Barat.

Kalau dilihat, emas ini sekedar batangan seperti yang Richard buat, tapi tatkala coba mengangkat ternyata sungguh berat. Perth Mint memberikan pengalaman spesial kepada pengunjungnya untuk memegang langsung emas batangan yang mungkin tak akan sanggup dimiliki sepanjang hayat. Berpindah ke ruangan pameran koin, saya disuguhi aneka rupa koin bersejarah. Di antaranya, koin kedaulatan 1899 yakni koin pertama Perth Mint, koin tender terbesar di dunia yakni koin 10 kg Australian Lunar Gold and Silver Bullion. Ada juga medali untuk Olympiade Sydney tahun 2000 yang diproduksi oleh Perth Mint.

Dari balik jendela, saya mengamati seksama pencetakan koin yang masih berlangsung di Perth Mint. Proses dilakukan dengan modern serba mesin dan manusia hanya memastikan mesin itu berjalan dengan baik. Perth Mint memasok kebutuhan uang koin di Australia dan beberapa negara lainnya. Di pojok ruang pamer koin, tampak beberapa pengunjung sedang mencetak medali sebagai cinderamata istimewa hasil berkunjung di Perth Mint. Pengunjung bisa memilih untuk mencetak medali berbahan perunggu, lapisan emas, perak murni atau emas murni. Tentu harganya pun menyesuaikan bahan dasarnya.

Kali ini saya melangkah keluar dan melewati replika campsite penambangan emas tradisional di Kalgoorie zaman ‘gold rush’. Ada tenda, cangkul, sekop, perapian sederhana, dan yang paling mengagetkan: nisan makam. Saya pun langsung terlempar pada kondisi nyata di lapangan seperti yang Richard bilang: suhu siang lebih dari 40 derajat dan suhu malam jatuh di  bawah 10 derajat celcius dengan kondisi yang minim air. Panorama ini seakan menjatuhkan saya pada bayangan kelam dari tambang yang gemerlap sedari tadi saya lihat di Perth Mint.

“Kemakmuran emas di Australia Barat juga tersusun dari pertaruhan nyawa para penambang.”


Lonceng-lonceng Abad 14 di Swan Bell Tower yang Modern

Pada malam sebelumnya, penelusuran jalan kaki saya melintasi Swan Bell Tower yang bercahaya anggun. Sambil mendongak ke ujungnya, saya simpan kekaguman  untuk mendatangi langsung di siang harinya. Dengan bentuk modern dan futuristik yang terinspirasi dari paruh angsa, Swan Bell Tower menjadi ikon Perth yang begitu kentara menarik atensi. Pengalaman menaiki bangunan setinggi 82,5 meter ini, pengunjung akan disuguhi panorama kota Perth di sekeliling Elizabeth Quay beserta Sungai Swan dan Canning yang mengalir tenang.

Namun, daya tarik yang memikat saya untuk naik ke Swan Bell adalah keberadaan 18 lonceng yang dikenal sebagai salah satu instrumen alat musik terbesar di dunia. Tina memandu kami dengan penuh renjana untuk mengisahkan dan memeragakan lonceng-lonceng yang ternyata berbobot ratusan kilogram. Rentang berat kedelapan belas lonceng itu adalah 241 – 1480 kg. Masing-masing lonceng menempati nada sendiri yang bisa dibunyikan sebagai alunan lagu.

Sungguh sangat diapresiasi, pada usia yang sudah uzur, Tina masih antusias menjadi relawan pembunyi lonceng. Hebatnya, dia masih kuat membunyikan lonceng-lonceng ini yang dialunkan dalam rangkaian nada. Saya menjajal membunyikan beberapa lonceng yang berbobot 300 – 700 kg dan merasa kepayahan sampai saya pun terangkat tali pembunyi lonceng. Ternyata tak gampang!

Selain keunikan sebagai serangkaian alat musik, lonceng Swan Bell juga bersejarah dan berumur tua. Dua belas dari 18 lonceng berasal dari lonceng bersejarah Gereja St Martin in the Fields di Lapangan Trafalgar London yang ada sejak abad 14. Lonceng-lonceng kerajaan Inggris yang tak dipakai sejak abad 18 ini dihibahkan kepada  warga Australia Barat pada tahun 1988 dalam rangka perayaan dua abad Inggris di Australia. Enam lonceng lainnya merupakan sumbangan dari berbagai institusi di Australia Barat.

Pada hari istimewa seperti Hari Ulang Tahun Ratu Inggris, Hari Kemerdekaan Australia dan Hari ANZAC, lonceng-lonceng Swan akan diperdengarkan ke seantero kota Perth. Lonceng Swan ini menjadi bagian dari pemeriah perayaan-perayaan besar di Perth. Jika di hari biasa, lonceng ini akan berbunyi di dalam ruangan saja tatkala dimainkan pengunjung. Makanya, dari tadi saya membunyikan lonceng tak akan khawatir suaranya akan meluas ke penjuru Perth.  


Video perjalanan di Australia Barat dalam NG Travelmate




Perjalanan di Australia Barat ini terlaksana bersama NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA - www.nationalgeographic.co.id dan TOURISM WESTERN AUSTRALIA BOARD - www.westernaustralia.com dalam tajuk acara NG TRAVELMATE. Selama 6 hari (5 - 10 April 2016), saya mengeksplorasi pesona Australia Barat. Ada 11 tulisan dalam rangkaian perjalanan ini dan sebelumnya merupakan 'assignment' dari National Geographic Indonesia. Beberapa tulisan sudah tayang di majalah NG TRAVELER dan laman www.nationalgeographic.co.id.

Berikut ini, sebelas tulisan tentang pengalaman saya merayakan pesona Australia Barat yang mengagumkan. Kamu harus membaca semuanya...



Selamat membaca dan menarik kisah perjalanan yang lebih bermakna...




You Might Also Like

4 komentar

  1. Seharusnya memang seperti itu kebijakannya mmas. Kalau emas dikeruk oleh pihak luar dan tidak meilbatkan warga setepat serta adat mereka, tentu yang terjadi ekslpoitasi. Tak pernah merangkul masyarakat untuk ikut bekerjasama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Australia Barat, emasnya ada di daerah yg tandus. beruntungnya mereka gak ada konflik dgn warga setempat, karna gak ada warga tinggal di sana.. haha.. :D
      tp kebijakan mereka untuk merawat situs sejarah pertambangan cukup bagus. dan bisa dinikmati semua kalangan .

      Hapus
  2. Begitu yang membuat suatu wilayah tertentu kehilangan sumber daya yang memungkinkan untuk mensejahterakan masyarakat setempat
    PUBLIC SPEAKING SEMARANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. emas harus bisa mensejahterakan.. betul itu..

      Hapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe