Curug Ganden yang Keren

01.17


Curug Ganden di Pujotirto Karangsambung.

Sudah lama saya menyimpan banyak penasaran tentang daerah Kebumen Timur. Salah satunya, di bagian utaranya, berjajaran pegunungan, tapi tak banyak informasi air terjun yang saya temukan. Tatkala menjumpai Curug Ganden di Dukuh Kalipuru, Desa Pujotirto, Kec. Karangsambung, pesonanya sanggup mengalirkan penasaran saya pada manisnya tebing batu bertingkat-tingkat dan bergurat-gurat yang dirayapi air sungai. Saya pun berucap syukur, inilah mutiara menawan di Kebumen bagian timur.

Desa Pujotirto berdampingan langsung dengan Kabupaten Wonosobo. Dianggap pinggir, menjadikan potensinya tak banyak dilirik. Terlebih, Pujotirto merupakan salah satu desa tertinggi di Kebumen. Pada salah satu puncaknya, di Bukit Indrakila, kita malah bisa memandang kesegala penjuru mata angin, termasuk lanskap Waduk Wadaslintang. Perjalanan ke Desa Pujotirto pun menjadi sebuah perjalanan penuh tekad untuk menempuh jejalanan yang terus menanjak dengan dirangkai jalanan rusak.

Ah, apalah arti jalanan rusak, jika memang suka berpetualang. Tetap saja akan diburu, begitu bukan? Namun, Desa Pujotirto ini adalah sentra jenitri di Kebumen. Jalan yang bagus butuh diadakan demi memperlancar ekonomi warga untuk memasarkan produk jenitrinya. Hanya saja, dengan jalan yang rusak saja tetap dikunjungi pembeli luar daerah, apalagi jika jalan beraspal mulus. Saya menjumpai beberapa mobil plat luar daerah berkunjung ke Pujotirto untuk kulakan jenitri.

Curug Ganden memang tak seprimadona jenitri untuk menarik orang datang ke Pujotirto. Banyak warga masih belum paham kalau potensi alam di daerahnya bisa memikat puluhan orang – didominasi remaja – untuk datang ke Curug Ganden di akhir pekan. Sejak media sosial mewarnai kehidupan, pengenalan tempat-tempat menawan di pelosok daerah memang jadi santer dilakukan. Curug Ganden adalah salah satu ‘korbannya’.

“Kemarin hari Minggu, motor-motor parkir di depan rumah saya sampai penuh, mas “ ungkap Pak Yatmun tentang kekagumannya pada air terjun di belakang rumahnya yang didatangi banyak orang.

Dari rumah Pak Yatmun yang digunakan untuk jualan kelontong ini, saya berjalan menuju Curug Ganden. Saya  menyusuri setapak tanah yang agak becek bekas hujan semalaman di sepanjang tepian sungai. Tampak tampah-tampah wadah untuk butiran jenitri di tepi sungai begitu saja dijemur. Hanya saja, sungai ini tampak keruh. Saya pikir, para warga mencuci biji-biji jenitrinya dan membuang limbahnya di sungai. Sangat disayangkan tentunya.

Persawahan yang dijumpai menuju Dukuh Kalipuru, Pujotirto.
Batuan yang dikira ganden. Ternyata batu lesung. 
Lanskap Curug Ganden dari bagian atas, Tampak di kejauhan dataran rendah Kebumen timur. 
Menjemur jenitri di tepian sungai. Pujotirto dikenal sebagai sentra jenitri sejak dulu.

Perlu sepuluh menit untuk berjalan menuju Curug Ganden. Saya sempat tersasar.  Untunglah ada seorang bapak tua baik hati yang menunjukkan jalan yang benar. Saya sangat berterima kasih kepadanya, malah saya ditunjukkan batu  yang disebut sebagai “Ganden”. “Itu batu yang tertahan tapi tidak jatuh.” seraya beliau menunjuk batunya yang berada di bagian atas air terjun. Saya sempat salah menerka mana yang dianggap sebagai batu ganden. Ada satu batu yang lebih besar dan juga tertahan, yang disebut si bapak tua ini sebagai Batu Lesung.

Lanskap Curug Ganden sesungguhnya merupakan sebuah keunikan pada rupa sebuah air terjun. Lihatlah, air tak seketika terjun secara buru-buru, tetapi ia perlahan merayapi, menimpa tingkat-tingkatan bebatuan. Barangkali ada puluhan tingkat sebelum air jatuh berkubang lalu membagikan dirinya pada dua aliran yang besar. Saya pun duduk mengaso sambil menenggelamkan diri pada keheningan Curug Ganden. Awalnya, saya ingin jua rasanya untuk berkubang. Namun, melihat kondisi air yang kotor berlimbah jenitri, saya pun urungkan.

Saya pikir tingkatan ini sudah selesai. Ah, ternyata tidak. Coba turun ke bawah lagi, saya menemukan satu aliran yang sudah terbagi tersebut, masih jua menerjunkan dirinya pada bebatuan bertingkat-tingkat.

Rasanya Curug Ganden ini melimpah dengan anugerah pesona-pesonanya yang membuat saya tak bosan untuk mengulik keindahannya. Saya prediksi, dari titik teratas hingga dasarnya, ketinggian Curug Ganden yang bertingkat-tingkat ini bisa mencapai 80 meter. Sungguh air terjun yang tak membosankan, menurut saya…


Catatan:

- Curug Ganden lebih mudah diakses dari Krakal, Alian, meskipun lokasinya berada di Kecamatan Karangsambung. Maklum, Desa Pujotirto ini berada di Karangsambung bagian paling selatan dan timur dan lebih dekat dengan Alian. 

Curug Ganden yang dijumpai di bagian tingkatan bawah.
Mencoba mendaki untuk naik kembali ke bagian tengah Curug Ganden.
Dari bagian tengah tingkatan Curug Ganden. 
Pemuda setempat yang saya jumpai di sekitar Curug Ganden, sedang memanen jenitri di kebunnya. 
Buah jenitri yang masih 'fresh' baru dipetik dari pohonnya.
Tempat perebusan jenitri. Limbahnya kadang langsung dibuang ke sungai sehingga membuat keruh.

Laba-laba  penunggu Curug Ganden. :D
Situs purbakala Pujotirto, tak jauh dari Curug Ganden. Dulu pernah ada rencana dieskavasi, tetapi akhirnya rencana
tersebut menguap begitu saja. Katanya sempat ditemukan artefak-artefak sejarah. Batu ini salah satu buktinya
yang tersisa.
Kerennya Curug Ganden di tingkatan bawah.

You Might Also Like

14 komentar

  1. keren nihh kak foto-fotonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak dita.. Ayook berkunjung ke Kebumen, nanti lihat Curug Ganden.. :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. silakan mbak Tanti... terima kasih juga telah berkunjung dan berbagi,.
      Salam kenal.. :D

      Hapus
  3. Mantap ini. Penasaran pingin ke sana juga, hahaha. Kapan-kapan klo dirimu pulang kampung pas musim hujan ke sana yuk, :D

    BalasHapus
  4. salut untuk foto-foto nya, membantu bgt buat saya yg sednag hunting lokasi lokasi baru

    BalasHapus
  5. wah mantap punya mas iqbal josh dah....

    BalasHapus
  6. Wah! Saya menganggap yang keren bukan hanya wujud curugnya Mas, melainkan keberadaan peninggalan purbakala, sentra jenitri juga. Komplit sekali dalam satu lokasi :)

    BalasHapus
  7. keren banget Mas,ini kameranya yang keren apa memang tempatnya keren? muehehehe


    Chandratatian.blogspot.co.id

    BalasHapus
  8. luar biasa, sebagai putra asli kebumen saya merasa sangat bangga dan sangat mengahargai karya anda apalagi dusun terpencil spt kalipuru dmn saya dilahirkan telah tersenggol oleh tangan kreatif spt anda. saya yg kini jauh di Bandung merasa seolah pulang kampung. artikel maas Ikbal memaksa memori saya utk mengenang 30th yg silam sewktu saya msh anak2 dan suka mandi di curug ganden, yg msh sangat alami & jernih airnya. entah skg ini..mdh2n msh ada kepedulian warga Pujotirto thd keindahan serta kelestarian alam disana. Terima kasih sekali lg Mas Ikbal succes sll utk anda

    BalasHapus
  9. indah banget curugnya, kalau buat foto-foto pasti keren banget..

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe