Pelesir Pantai-Pantai Desa Pasir

01.17

Pantai Pasir dengan tengara Watu Pendel nya yang ikonik. 

Percayalah, Kebumen adalah mutiaranya pesona Jawa Tengah yang belum terasah. Saya punya alasan kuat untuk menyatakan demikian kepada kampung halaman saya.  Berkali-kali saya menjelajah Kebumen, rasanya tak ada habisnya untuk mengulik pesona-pesona baru di Kebumen.

Selalu saja ada tempat-tempat menawan yang membuat saya akan terkagum dibuatnya. Pantaslah bagi saya, pantai-pantai di kawasan karst Gombong Selatan menjadi pesona yang rasanya tak kalah untuk bersanding dengan kemolekan pantai-pantai  di Pulau Dewata.

Mungkin saya terlalu berlebihan  beranggapan demikian. Namun, saya perlu percaya diri untuk mengangkat pesona pantai-pantai di Desa Pasir, Kec Ayah. Tidak kah kita perlu percaya diri dulu terhadap keindahan wilayahnya sendiri sebelum orang luar datang dan menikmatinya? Saya rasa hal itu penting untuk menciptakan kesadaran lokal bahwa tempat di kampungnya adalah pantas untuk disematkan indah.

Kali ini, saya beperjalanan ke pantai-pantai Desa Pasir dikawani  oleh Aulia, sepupu saya yang masih SMP. Saya sengaja ajak dia untuk mengenalkan sedari awal seluk beluk potensi daerahnya. Nantinya Aulia punya gambaran bagaimana mengembangkan daerahnya tanpa harus keluar daerah. Paling tidak, timbul pada dirinya pengetahuan bahwa Kebumen sangat luar biasa mempesona. Juga penting untuk mengajarkan dia agar menjadi seorang pejalan atau petualang yang bertanggung jawab (responsible traveller).

Desa Pasir adalah salah satu desa yang menghampar manis di sepanjang pantai selatan Kawasan Karst Gombong Selatan. Selama ini, desa Pasir biasa dikenal sebagai desa nelayan. Tercermin adanya aktivitas pelelangan ikan yang menopang kehidupan para nelayan. Di hamparan pantainya yang cukup lapang, diapit perbukitan dengan jajaran ratusan perahu nelayan. Saat musim tertentu, Desa Pasir dikenal sebagai daerah penghasil ubur-ubur yang olahannya telah diekspor ke mancanegara.

Pantai Lampon. Pesona Desa Pasir yang mulai dikenal luas.
Pantai Karang Penganten di Desa Pasir menawarkan petualangan yang menyenangkan.

Belum semua pantai-pantai di Desa Pasir saya tualangi. Saya baru menjangkau Pantai Pasir, Pantai Lampoon, Pantai Gebyuran dan Karang Penganten. Pantai Surumanis yang menjadi primadona belum dijangkau karena alasan waktu tidak mencukupi. Belum lagi pantai-pantai di sisi sebelah timur Pantai Pasir. Namun begitu, saya perlu menyampaikan keindahan pesona di Desa Pasir sesegera mungkin, bebarengan ikhtiar warga setempat yang sedang bergairah menata diri untuk menjamu para wisatawan.

Saya selalu yakin, cara paling seimbang untuk mengajak warga berbenah menyiapkan daerahnya sebagai destinasi wisata adalah dengan ‘memberi’ mereka para pengunjung.  Saya pun coba turut ikhtiar bersama penggiat wisata alternatif lain untuk mengenalkan pesona-pesona di Desa Pasir. 


Desiran Gembira Pantai Pasir

Sejak dulu Pantai Pasir telah ramai dengan aktivitas nelayan. Secara lokasi, pantai paling utama di Desa Pasir ini memang tepat untuk mendaratkan perahu. Diapit oleh dua perbukitan yang membentuk sebuah teluk, menjadikan Pantai Pasir adalah ruang nyaman untuk para nelayan.

Terdapat Tempat Pelelangan Ikan yang senantiasa meriah tatkala para nelayan pulang membawa tangkapan. Pantai Pasir telah dipasangi pemecah ombak di bagian tengahnya. Pantai yang berhamparkan pasir hitam sepanjang 600 meter ini juga merupakan muara dari Sungai Pasir yang membelah manis kawasan Karst Gombong Selatan.

Hamparan pantai pasir berhiaskan perahu-perahu nelayan yang berjajaran.
Nelayan Pantai Pasir pulang dari melaut. 
Membereskan mesin perahu. Dibawa pulang untuk disimpan. 

Saya sering berkunjung ke Pantai Pasir. Maklum, aksesnya tidaklah jauh dari percabangan yang menghubungkan Karangbolong – Logending. Jalannya pun sudah beraspal lumayan. Biasanya selain alasan ingin merekam aktivitas para nelayan, saya juga cukup terpesona dengan panoramanya. Sesekali saya bungkus pulang ikan hasil tangkapan nelayan di pelelangan ikan.

Satu pesona yang memikat saya dari pantai Pasir adalah adanya sebuah batuan karang yang bolong di tengahnya. Warga Desa Pasir menyebutnya sebagai Watu Pendel. Jika dicermati lebih lanjut, kita akan melihatnya seperti seekor beruang yang sedang minum. Saya suka mengabadikannya dalam bingkai long exposure. Bagi saya Watu Pendel adalah daya tarik terindah dari Pantai Pasir yang membuat saya senantiasa suka ria untuk datang melihatnya.


|| Pelesir saya di pantai-pantai Desa Pasir masih berlanjut. Tulisan kedua adalah tentang Pantai Lampon. Simak keindahannya di -> Menengok Pesona Pantai Lampon


Nelayan Pantai Pasir mengangkut hasil tangkapan. Saat itu sedang sepi. Tetap berjuang untuk kehidupan.
Mendaratkan perahu,
Suasana senja di Pantai Pasir. Syahdu.


You Might Also Like

3 komentar

  1. Saya selalu suka karakter pantai-pantai selatan, termasuk Kebumen ini. Ini ada lagi pantai Pasir. Suka foto pertama. Lalu, berapa minggu kalau pengen khatam pantai-pantai di Kebumen Mas? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoook mas Rifqy main ke Kebumen..
      Pantai Kebumen gak banyak kok dan lokasinya berdekatan. Ya, 2-3 hari bisa khatam mas.

      Hapus
  2. pantainya bertambah indah dengan hamparan perahu-perahu para nelayan yang berwarna biru..

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe