Cerita Manis Curug Kali Plumbon

12.01

Curug Kali di Desa Plumbon Karangsambung yang mulai dikenal.

Teriak keceriaan bocah-bocah menghalau sunyi di Curug Kali Plumbon. Mereka berkubang dalam sebuah kolam menghijau lumut yang menjadi wadah gemerujug air dari ketinggian lima meter. Di atasnya, beberapa kawannya berani menantang nyali. Mereka dengan bebasnya melompat dari puncaknya dan jebyuuuur….. Ada rasa kebanggaan karena berhasil mencecap keberanian dan kepuasan.

Sebagian kawan-kawannya merayapi tingkat bawah, melawan tarian air meningkahi bebatuan yang berwujud kotak-kotak menggaris-garis setinggi 8 meter. Batuan yang licin pun tak menyurutkan semangat untuk menuju kolam di antara dua tingkat Curug Kali Plumbon. Curug manis bertingkat dua yang  terletak di Desa Plumbon, Karangsambung, Kebumen pun menjadi ruang yang membahagiakan bocah-bocah, siang itu.

Kadang saya iri dengan bocah-bocah setempat yang begitu gampangnya menikmati keceriaan.  Hanya dengan pergi ke tepian desanya, mereka bisa beriang gembira di Curug Kali Plumbon. Azis, salah satu bocah itu bilang, kalau setiap sehabis pulang sekolah atau pada sore hari mereka pasti akan pergi ke curug Plumbon. Sepuasnya mereka mandi dan lompat-lompatan dari ketinggian.  Betul-betul sebuah kesenangan yang tak perlu banyak syarat untuk menikmatinya. Bukankah seperti itu biasa teruntuk pesona-pesona yang terhampar di penjuru-penjuru desa sunyi?

Curug Plumbon siang itu tak hanya jadi milik keceriaan bocah-bocah. Remaja muda-mudi asyik bercengkrama dengan kesunyian air terjun alami yang masih belum banyak dikenal. Mereka tak sekedar berasal dari Desa Plumbon, tetapi dari desa-desa tetangganya. Sejak lama Curug Kali Plumbon ini sudah menjadi ruang tamasya bagi warga-warga desa seputaran sana. Bagi orang lokal Kebumen, sebagian kecil sudah pernah mengunjunginya, sebagian lain sudah tahu pesonanya dan mendamba untuk mengunjunginya.

“Kalau minggu, biasanya orang dari kota Kebumen  main ke sini. Depan warung saya penuh dengan motor.” ungkap Bapak pemilik warung di samping SDN 2 Plumbon yang saya lupa namanya. Motor saya titipkan di sana, lalu saya berjalan kaki menyusuri sungai sejauh kira-kira 200 meter hingga tiba di Curug Plumbon.  

Lompat ceria tak kenal takut.
Bocah-bocah sangat menikmati suasana di Curug Plumbon
Di Curug Kali, selain curug yang dua tingkat, ada lain jeram-jeram yang memiliki banyak tingkat. Unik dan menarik.

Saya yakin lokasi ini akan makin dikenal lalu berkembang. Selanjutnya marak didatangi oleh pengunjung dari berbagai daerah, bahkan tak hanya dari Kebumen. Bukankah sekarang hanya dengan gambar yang tersiar di media sosial, banyak orang akan tergerak untuk mengunjunginya? Seperti Curug Silancur di Desa Wadasmalang, tetangga Desa Plumbon yang lebih dulu dikenal karena unggah-unggahan foto di media sosial. Harapannya, warga desa setempat lalu tergerak untuk mengelola secara gotong royong berbasiskan pariwisata desa.

Hanya saja, masalah klasik pada tempat yang biasa untuk tamasya lokal dan belum terkelola adalah sampah.  Saya menjumpai banyak sampah di kawasan Curug Plumbon. Saya rasa manusiawi untuk menikmati sebuah keindahan sambil membawa bekal makanan dan minuman. Tapi ya itu, sampah. Sangat gampang menemui pengunjung yang tidak berkesadaran untuk merawat kebersihan dan keindahan lokasi. Sampah hanya dibuang sembarangan. Sedikit kesadaran untuk membawanya pulang untuk dibuang pada tempat sampah.

Ada baiknya, sebelum Curug Kali Plumbon ini masyhur di jagat wisata lokal Kebumen dan sekitarnya, penting untuk dibuatkan sarana sederhana yang bisa diciptakan secara swadaya. Setidaknya mulai dari tersedianya tempat sampah.  Jujur, saya sensitif dengan urusan sampah karena betapa tidak sebalnya melihat keindahan lokasi harus terganggu dengan berserakannya sampah. Terlebih, sampah plastik yang sangat tidak ramah lingkungan karena dia tidak akan terurai tanah dalam waktu ratusan tahun.

Hujan mulai mengguyur ringan di bumi yang termasuk dalam lingkupan kawasan Geopark Karangsambung.  Saya pun melangkahkan kaki untuk pulang, menghindar dari serbuan derasnya hujan. Curug Kali Plumbon saya tinggalkan saat masih riuh dengan nyanyian-nyanyian ceria tertawa bocah. Saat hujan, mereka malah makin bersuka ria. Hujan dirayakan dengan kepuasan bermain-main yang makin menjadi.


Catatan

- Terletak di Desa Plumbon, Karangsambung, Kebumen. Untuk menjangkaunya, silakan dari kota Kebumen menuju arah Krakal. Dari Pasar Krakal masih lurus terus ke utara hingga menemui SDN 2 Plumbon. Titiplah motor di warung di tepian jembatan di samping SD lalu berjalanlah menyusuri sungai ke arah seberang jalan. Jalan kaki sekitar 200 meter.

- Lokasi Curug Kali Plumbon ini secara astronomis terletak pada koordinat -7.586239, 109.718019. Silakan salin angka tersebut ke alat GPS.

- Penting diperhatikan untuk wajib JAGALAH KEBERSIHAN dan MORAL selama di Curug Kali Plumbon.

Perjalanan menyusuri sungai kecil untuk menuju Curug Plumbon
Bocah selain mandi juga mencari ikan di kubangan-kubangan. Dan, mereka mendapatkan lumayan.
Asyiknya bermain dalam keheningan Curug Plumbon.
Awas licin Dik! Tapi mereka tak peduli. Berani..
Curug Plumbon yang manis.


You Might Also Like

9 komentar

  1. wah curug yang mantap mas iqbal....

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mas Angki udah dolan ke blog.. Ayoook kapan main ke Kebumen.. :D

      Hapus
  2. Ah... ini air terjun yg mengawali seluruh misi pencarian air terjun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahh mas Wijna ternyata terinspirasinya di air terjun di Kebumen, kampung halaman saya.. :D

      Hapus
    2. Tahun 2010 aku nyepeda kemari dari Jogja :D

      Hapus
    3. Kereeeeen banget ini mas Wijna.. nyari 'wangsit' travelling sampe ke Kebumen.. :D Ke Kebumen lagi mas, monggoo./.

      Hapus
  3. Wah, mantap Pak.. tulisan2mu ttg kebumen keren2.. Salut aku..
    Ayo kapan2 dolan bareng mengeksplore kebumen lebih banyak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoo mas.. mari kita eksplore Kebumen.. :D

      Hapus
  4. meskipun curugnya tidak terlalu tinggi tapi sangat mengagumkan..

    BalasHapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe