Kedungdawa yang Menawan

09.44

Sebuah cekungan tempat bersemayam air terjun mini di Kedungdawa.

Jika tlaten dieksplorasi, alam Kebumen itu sungguh menyuguhkan kejutan-kejutan yang menyenangkan. Semisal Curug Kedungdawa. Sepetak ruang yang tak jauh dari Kota Kebumen ini menghampar begitu menawan yang ternyata belum banyak yang mengenal. Khasanah alam demikian membuktikan Kebumen nyatanya itu pantas jadi destinasi pilihan untuk merelaksasi kehidupan.   

Adalah berkat mas Wiwid Widya A @wiwidwa, landscape fotografer  Kebumen yang membuat  keindahan Kedungdawa santer ke seantero lokal Kebumen. Jepret keindahannya diunggah di media sosial dan dipampang pada pameran fotografi lokal di Kebumen. Dari situ, Curug Kedungdawa   mulai diketahui di kalangan masyarakat penikmat keindahan. Saya pun salah satunya. Saat kepulangan ke Kebumen, saya sempatkan untuk bertetirah kepada keindahan Kedungdawa.

Terletak di Desa Seliling, Kec. Alian, Kebumen, membuat saya tak perlu menempuh perjalanan jauh. Maklum, biasanya keindahan Kebumen itu berada pada lokasi yang cukup jauh, di tepi-tepi wilayah atau di pedalaman kabupaten. Cukup 20 menit dari rumah yang dilanjutkan jalan kaki  10 menit menyusuri sungai, saya tiba di kawasan Kedungdawa. Alam perbukitan Pagergeong yang begitu asri membuat cuaca yang terik saat itu pun terasa sejuk di Kedungdawa. Namun begitu, saya tidak datang pada kondisi paling bagus. Debit air sedang minim yang membuat keindahan bermacam-macam curug ‘mini’ di Kedungdawa ini tidak tampil maksimal.

Kedungdawa sesungguhnya terdiri dari aneka air terjun pada tingkat-tingkat yang beragam rupa wujudnya. Ada satu petak yang mengucur  di dalam cekungan yang melemparkan pada suasana Green Canyon atau Cukang Taneuh di Ciamis tapi dalam versi mininya. Ada air terjun yang mengucur pada beberapa kubangan layaknya lesung yang jika melihatnya pada satu lanskap akan tampak cantik bertingkat-tingkat. Ada juga sebuah air terjun yang meningkahi manis bebatuan bergurat-gurat setinggi 5 meter.

Pada lokasi di dekat  bermula saya berjalan, saya juga jumpai air terjun (tapi tidak tahu namanya) yang lebih tinggi dan bertingkat tiga yang memperlihatkan lapis-lapis struktur batuan. Masyarakat setempat biasa memanfaatkan Kedungdawa untuk sarana rekreasi lokal. Bisa untuk mandi di aliran sungainya, bisa untuk sekedar menyesap sejuknya suasana Kedungdawa. Saya jumpai beberapa warga yang sedang menggunakan Kedungdawa sebagai tempat melepas penat setelah seharian bekerja di ladang.

“Bagusnya kesini pas hari sebelumnya itu hujan. Ada airnya banyak, bagus air terjunnya  kelihatan.” tutur seorang warga yang tampak sedang mencari ikan di antara kubangan-kubangan sepanjang sungai. 


Catatan:


-  Kedungdawa belum dikembangkan menjadi tempat wisata. Tetapi sudah ramai dikunjungi, terutama pada hari Minggu. Biasanya ada warga yang menjaga parkir motor dan menarik biaya parkir seikhlasnya.
-  Jaga kebersihan, moral dan kesopanan. Sangat disayangkan terlihat beberapa sampah pengunjung di lokasi. Pengunjung jenis ini kurang sadar terhadap keindahan lingkungan. Selain itu, lokasi ini tidak sembarangan kita berkata dan berbuat terutama yang kotor dan asusila. Menurut keterangan warga ada penunggunya.
-  Petunjuk arah Kedungdawa adalah datangi dulu Desa Seliling, Alian, yakni dari Kebumen ke arah Pemandian Air Panas Krakal. Nanti ada jembatan pada jalan yang agak menikung masuklah ke kiri, ke jalan kampung. Ikuti terus jalan itu sampai mentok.

Air terjun 5 meter yang kalau sedang ada airnya sangat indah diabadikan long exposure.
Kubangan-kubangan yang bertingkat-tingkat. 
Cekungannya membentuk lingkaran yang secara alami terbentuk ribuan tahun.

Guratan dinding pada cekungan Kedungdawa. Sayang vandalisme kebangetan sekali.
Air terjun yang bertingkat empat. Tapi sedang minim air.
Keindahan yang memanjakan jiwa raga. Kedungdawa belum banyak dikenal
Perjalanan ditemani sepupu saya, Saad Abdullah untuk menelusur Kedungdawa.
Sayangnya tidak sedang ada air. Kalau ada air pasti lebih indah. 

You Might Also Like

1 komentar

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe