Berburu Durian Kebun Mangunan

16.49

Kebun Buah Mangunan di Imogiri dengan panorama Sungai Oyo.

Seperti seekor ular yang mendesak-desak hamparan hijau bergelombang. Melekuk membelahnya begitu dalam dan curam. Sungai Oyo dengan gahar berkelok-kelok membelah perbukitan Gunungkidul. Siang itu, saya terduduk di salah satu tepian bukit di Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul. Di bawah sebuah pohon kecil tapi meneduhkan dari terik surya, saya memandang bebas. Menerawang ke segala penjuru arah yang lapang.

Ah, terbersit seperti panorama Grand Canyon Amerika Serikat. Tapi, ini bukan dataran kerontang. Ini perbukitan hijau yang menyejukkan. Terlebih, ada sebuah durian lokal yang menemani kami. Mana ada di Grand Canyon, durian bisa hadir? Ini buah tropis bung!

Semilir angin buritan membelai saya. Mengantarkan saya membelah kulit durian. Dia hadir mendamaikan saat membuka, mencomot dan mencicipi sang buah berduri ini. Fuiih, Durian Mangunan begitu ‘nendang’ menggoyang-goyang lidah. Manis dan menyeruak. Lembut memanjakan rasa. Begitu awetnya saya mengulum sekalian biji-bijinya. Menggairahkan. Durian Mangunan ini masih segar. Langsung dipetik dari pohonnya.

Ya, Kebun Buah Mangunan memang menjadi salah satu ‘surga’ durian di Yogyakarta. Banyak masyarakat yang menjadikan durian sebagai target perburuan berkunjung ke Mangunan. Tak terkecuali, di atas saya, di sebuah gazebo, sekeluarga kecil tampak menikmati durian dalam balutan keakraban. Sang anak, masih kecil tapi tak kalah berlomba dengan ayahnya. Berlomba siapa paling banyak melahap durian.

Tapi, Kebuh Buah Mangunan tak sekedar durian. Namanya saja kebun buah, tempat ini juga menyediakan aneka macam buah. Musim ini – Januari Februari – adalah musim durian. Desember Januari adalah musim mangga dan rambutan. Maret Apri musim jeruk. Maret, Juli dan November menjadi musim buah jambu dersono. Sepanjang tahun ada sirsak dan sayur-sayuran yang  dapat dinikmati setiap saat.

Tiba-tiba mata saya memberat. Barangkali karena mabuk durian. Cicit-cicit burung liar yang nyaring bersahut-sahutan rasanya juga ingin mengantarkan mata terpejam. Tapi, saya teringat. Ada janji di Jogja. Saya mesti pulang. Ada janji untuk pesta durian selanjutnya. Hari itu, benar-benar hari yang berjodoh dengan durian.



 

You Might Also Like

3 komentar

  1. Keren bung pengalamannnya.. Semoga yang lain juga tertarik untuk ikut mencoba nikmatnya Durian di Mangunan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah makasih.. aseeek dikomentari sama Jogja Wisata.. hehe

      Semoga tulisan ini bermanfaaat dan menginspirasi bagi yg membaca.. :)
      Makin jayalaaaah pariwisata Jogja..

      Hapus
    2. mohon infonya mas... tanaman duriannya disebelah mananya yaa... saya kemarin sdh di pintu masuk nggak tau... apakah jauh dari pintu masuk itu? thanks

      Hapus

Twitter @iqbal_kautsar

Komentar Pembaca

BACA LEBIH BANYAK

Subscribe